bahan skripsi sistem informasi

BAB I
PENDAHULUAN
bahan skripsi sistem informasi
1. Latar Belakang
Teknologi yang berkembang pesat sekarang ini tentunya dapat mempermudah atau memaksimalkan penyampaian informasi dari pihak satu ke pihak yang lain. Salah satu teknologi yang di gunakan untuk penyampaian informasi ini adalah internet. Dengan internet maka setiap informasi dapat di sampaikan dengan mudah dengan persyaratan calon penerima informasi harus bisa atau terhubung ke internet.
Dengan memanfaatkan teknologi internet ini proses pengiriman dan penerimaan data akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Salah satu contohnya yaitu dengan memanfaatkan teknologi internet untuk mengirim dan menerima data dengan melalui media handphone dengan memanfaatkan koneksi GPRS.
Data debit air yang di kirimkan ke server akan diolah kedalam bentuk map (peta) yang nantinya hasil pengolahan informasi tersebut dapat di gunakan untuk melihat lokasi atau keberadaan suatu tempat, berikut dengan beberapa informasi yang di milikinya. Misalkan keberadaan dan keadaan suatu pintu air dan beberapa informasi yang di milikinya. Tentunya Informasi ini di sajikan dalam bentuk peta (Map) yang interaktif sehingga akan membuat penerima informasi lebih tertarik dan tidak merasa bosan. Teknologi inilah yang dinamakan dengan Pemetaan.
Melihat dari apa yang bisa di lakukan dengan menggunakan aplikasi handphone dan Pemetaan tersebut. Maka aplikasi Pemetaan ini di rasa sangat membantu Perum Jasa Tirta I Cabang Surabaya dalam mengelola informasi yang akan di sajikan ke dalam bentuk aplikasi Pemetaan yang bisa di akses melalui internet.Sehingga akan mempermudah para petugas Juru Pintu pintu air dan pekerja lainnya dalam mengirimkan informasi ke database pusat dan mengolahnya. Selain itu juga dapat memberikan informasi dengan cepat dan tepat kepada pihak yang membutuhkan informasi tersebut. Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan kinerja dari para pekerja di Perum Jasa Tirta I Cabang Surabaya ini.

2. Masalah
Permasalahan-permasalahan yang sekarang terjadi ini terjadi yaitu, sebagai berikut :
a. Pencatatan-pencatatan informasi yang di lakukan di masing-masing pintu air masih dilakukan secara manual atau tidak terkomputerisasi.
b. Sulitnya untuk mengetahui informasi dengan cepat dari masing-masing pintu air karena informasi yang di peroleh masih di catat secara manual dan tidak terpusat.
c. Belum tersedianya informasi tentang keadaan dari tiap-tiap pintu air dalam bentuk gambar.Misalkan informasi tentang foto kerusakan dari pintu air sehingga bisa di tangani dengan cepat.
d. Belum tersedianya penyajian informasi secara menyeluruh dari masing-masing pintu air dalam bentuk map yang bisa di akses dengan mudah dan cepat.

3. Tujuan Penulisan
Dengan melihat permasalahan di atas, maka di rancanglah dan dibangun perangkat lunak berupa Pemetaan dengan berbasis web, dengan tujuan sebagai berikut :
a. Membantu para juru pintu dalam pencatatan informasi tentang pintu air yang di tanganinya.
b. Mengurangi kemungkinan kesalahan yang di lakukan akibat pencatatan secara manual oleh para juru pintu.
c. Mempermudah petugas di pusat cabang dalam mengolah informasi yang di terima dari masing-masing juru pintu pintu air.
d. Mempermudah dalam memperoleh informasi untuk masing-masing pintu air melalui aplikasi Pemetaan yang berbasis web internet.
e. Dengan demikian akan meningkatkan kinerja dari para pekerja di Perum Jasa Tirta I Cabang Surabaya ini.

4. Batasan Permasalahan
Penerapan aplikasi monitoring anak sungai brantas yang berbasis Mobile Application dan Pemetaan ini ditujukan untuk Perum Jasa Tirta I Divisi Surabaya. Dan aplikasi monitoring anak sungai brantas yang berbasis Mobile Application dan Pemetaan ini biasanya diterapkan dalam 1 komputer sebagai server dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan menggunakan framework CodeIgniter, Ajax dengan menggunakan framework Jquery, framework Google API untuk pengolahan peta-nya dan database server Oracle 10g.
Fasilitas yang di sediakan dalam aplikasi Pemetaan ini setiap juru pintu gunung sari masing-masing pintu air bisa mengirimkan informasinya dan dari pusat cabang langsung mengolah datanya sehingga hasilnya bisa langsung di lihat di website atau aplikasi GIS tersebut.
User yang bisa menggunakan aplikasi ini adalah semua juru pintu di masing-masing pintu air, petugas di pusat cabang dan semua orang yang bisa terhubung dengan internet.

5. Metoda Penelitian
Metode penelitian yang di terapkan dalam penulisan ini tugas akhir ini meliputi:
a. Metode Wawancara ( interview )
Merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperoleh data utama dengan cara mengadakan wawancara kepada pimpinan dan staf yang berhubungan dengan tugas akhir ini.
b. Metode Pengamatan ( Field Research )
Yaitu secara langsung mengadakan pengamatan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini.
c. Metode Kepustakaan ( Library Reseach )
Mengumpulkan data dengan membaca buku-buku yang relevan untuk membantu di dalam menyelesaikan dan juga untuk melengkapi data yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

6. Sistematika Penulisan
Skripsi ini terbagi dalam 5 (lima) bab, uraian singkat mengenai ini masing-masing bab adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini dibahas mengenai latar belakang pembuatan skripsi, permasalahan yang dihadapi, tujuan yang diharapkan untuk mengatasi permasalahan, batasan-batasan dari masalah yang dibahas, metode perancangan dan sistematika penulisan skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI
Merupakan pembahasan tentang teori-teori yang di gunakan yang relevan dengan topik skripsi, dari mulai teori yang bersifat umum, khusus, sampai teori tentang perangkat lunak yang mendukung perancangan dan sistematika penulisan.

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN MONITORING ANAK SUNGAI BRANTAS BERBASIS MOBILE APPLICATION, WEB DAN PEMETAAN DI PERUM JASATIRTA1 CABANG SURABAYA
Berisikan uraian tentang analisa masalah, penyelesaian masalah yang di hadapi, analisa aplikasi usulan, metode kerja usulan termasuk di dalamnya flowchart, algoritma program dan struktur data yang digunakan.

BAB IV IMPLEMENTASI
Berisikan uraian tentang bagaimana cara menjalankan program, kelebihan dan kekurangan program serta analisa hasil yang dicapai oleh program yang telah di kembangkan.

BAB V PENUTUP
Berisikan kesimpulan mengenai apa saja yang telah di hasilkan dan saran-saran mengenai sesuatu yang belum terdapat pada skripsi ini.

BAB II
LANDASAN TEORI


1. Sistem Informasi Geografis
a. Pemetaan
Peta adalah sekumpulan dari titik, garis dan area yang digunakan untuk mendefinisikan lokasi atau tempat yang mengacu pada sistem koordinat dan biasanya dipresentasikan dalam dua dimensi, tetapi bisa juga pada dimensi yang lebih tinggi.
Pada peta terdapat legenda yang berfungsi sebagai penghubung antara data keruangan (spatial attributes) dengan data bukan keruangan (non spatial atribut). Data non spasial biasanya ditandai dengan warna, simbol arsiran dan lain sebagainya. Peta dapat merupakan data dan dapat juga sebagai informasi dalam kaitannya dengan aspek analisis keruangan, dimana basisnya adalah data keruangan, maka dalam kesempatan tersebut, peta merupakan data. Peta akan merupakan informasi apabila telah dilakukan analisis terhadap sekumpulan data spasial tersebut. Misalnya telah dilakukan analisis overlay (tumpang susun). Dalam kaitannya dengan pemahaman terhadap data dan informasi keruangan, pada hakekatnya peta adalah :
1) Peta adalah alat peraga, yaitu alat peraga yang digunakan untuk menyampaikan suatu ide. Ide tersebut dapat berupa gambaran tinggi rendah suatu daerah (topografi), penyebaran penduduk, jaringan jalan, dengan semua hal lain yang berhubungan dengan kedudukannya dalam ruang.
2) Peta juga dapat diartikan sebagai gambaran dari data / fakta yang bersifat keruangan yang diwakili dalam bentuk titik, garis dan poligon.
3) Karena sebagai alat peraga, maka melalui peta akan dengan mudah mengetahui data / fakta yang berkaitan dengan keruangan, legenda, judul, skala dan indeks peta tersebut.
4) Jendela peta ditentukan berdasarkan tujuan pembuatan peta itu sendiri. Misalnya ingin memperlihatkan penyebaran penduduk, maka dibuat peta penyebaran penduduk dan diberi nama peta penyebaran penduduk.

Dari perkembangannya menunjukkan adanya perbedaan antara peta klasik dengan peta digital. Perbedaannya adalah sebagai berikut :
1) Peta Klasik
Unsur rupa bumi diinterpretasikan dan disajikan pada skala tertentu dan diproduksi di atas bahan cetakan (kertas, film dan lain-lain). Unsur rupa bumi disajikan dua dimensi. Untuk keperluan perbaikan, perbaruan (revisi) peta dan penyajian pada skala berbeda perlu dilakukan proses ulang kompilasi data.

2) Peta Digital
Pada peta digital unsur rupa bumi disajikan dalam obyek garis dan titik yang digitasi dalam format vektor dan secara mudah dimanipulasi atau dimodifikasi untuk produk peta bersifat khusus atau sesuai dengan keperluan pengguna. Unsur rupa bumi diinterpretasikan dan disajikan di layar grafik komputer. Pada posisi koordinat unsur tidak dibatasi oleh faktor skala, tetapi dibatasi oleh faktor peta sehingga untuk penyajian pada skala atau tema tidak diperlukan kompilasi ulang.
b. Manajemen Data Sistem Informasi Geografis
Data merupakan hal yang paling utama dalam merancang suatu sistem informasi, tanpa adanya data sistem informasi tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Data merupakan informasi yang dikumpulkan, disimpan dan dimanipulasi.
Pengolahan data pada sistem informasi geografis tidaklah sama halnya dengan data yang diolah oleh sistem lainnya, hal ini dikarenakan data pada sistem informasi geografis mempunyai sifat-sifat tertentu atau khusus seperti struktur yang rumit, berisi informasi posisi, informasi yang berhubungan dengan peta dan data geografis yang berkaitan dengan posisi geografis menggunakan standar sistem koordinat yang ada.
Data masukan pada sistem informasi geografis agar dapat berfungsi dan memberikan informasi, hasil analisisnya dapat diperoleh dengan menggunakan cara sebagai berikut :
1) Data Lapangan
Data yang diperoleh langsung dari pengukuran lapangan secara langsung, seperti: tanah, salinitas air, curah hujan suatu wilayah dan lain sebagainya.
2) Data Peta
Informasi yang telah terekam pada peta kertas dikonversikan dalam bentuk digital, misalnya peta geologi, peta tanah dan sebagainya. Apabila data sudah terekam dalam bentuk peta, tidak lagi diperlukan data lapangan, kecuali untuk pengecekan kebenarannya.
3) Data Penginderaan Jauh
Citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau radar dapat diinterpretasikan terlebih dahulu sebelum dikonversi ke bentuk digital. Sedangkan citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya.

Ketiga sumber data tersebut saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. Data lapangan dapat digunakan untuk membuat peta fisik, sedangkan data penginderaan jauh juga memerlukan data lapangan untuk lebih memastikan kebenaran data tersebut.

c. Manipulasi Data
Manipulasi data merupakan pokok dalam Sistem Informasi Geografis dalam memperoleh hasil analisis yang bermanfaat, manipulasi Sistem Informasi Geografis antara lain adalah :
1) Data Integration
Fungsi ini menggabungkan sekumpulan data geografis yang berbeda, agar dapat diperoleh hasil analisis yang bermanfaat. Walaupun prinsipnya sangat sederhana, tetapi kenyataannya membutuhkan komputerisasi dalam melakukan suatu tahapan proses over laying dari data (layar) secara operasi aritmatik dan relasi data (layar) tersebut.
2) Cartographic Function
Manipulasi ini pertama yang dilakukan, ketika Sistem Informasi Geografis mulai bekerja. Contoh manipulasi ini antara lain adalah: mengubah skala peta, mengkonversi model data dari raster ke vektor atau dari vektor ke raster. Mengubah proyeksi atau penambahan pada peta (penambahan judul, skala, mata angin dan sejarah peta).
3) Spatial Searching
Fungsi ini melakukan pencarian sejumlah lokasi yang penting dari suatu data geografis dengan menggunakan beberapa kriteria pencarian tertentu, lokasi-lokasi ini dapat berupa titik, garis atau area. Sedangkan empat kriteria pencarian dasar yang mungkin digunakan adalah jarak antar obyek, sudut antar obyek, interaksi antar obyek dan apakah suatu obyek terletak diantara obyek lain.
thumbnail
Judul: bahan skripsi sistem informasi
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait bahan skripsi :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan Isi Komentar Anda, Tidak untuk Spaming!

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz