TUGAS MATA KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN







TUGAS 1

DEFINISI GURU

Guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya mengajar. Tapi sesederhana itukah arti guru? McLeod, (1989) berasumsi guru adalah seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain. Kata belajar dapat ditafsirkan misalnya :

Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada oranglain (bersifat kognitif)

Melatih keterampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik)

Menanamkan nilai dan keyakinankepada orang lain (afektip)

Jadi pengertian guru adalah tenaga pendidik yang pekerjaan utamanya mengajar (UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3). Dalam perspektif psikologi pendidikan, mengajar pada prinsipnya berarti proseseperbuatan seseorang (guru) yang membuat oranglain (murid) belajar, dalam arti mengubah seluruh dimensi.

2. Menurut saya guru adalah seseorang yang telah mengajar dan mendidik kita sehingga kita bias seperti sekarang. Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang paling mulia. Seorang guru mampu membimbing kita sebagai anak didiknya sehingga kita tidak salah jalan dalam menjalani hidup ini. Guru adalah orang tua ke dua kita di sekolah selain orang tua kita di rumah yang akan terus menerus membimbing, mengajar, mendidik, melatih serta memotivasi kita untuk menjadi manusia yang lebih baik bahkan menjadi manusia terbaik bagi keluarga, Negara dan agama dan juga kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.

GURU SEBAGAI PENDIDIK

Guru adalah pendidik, yang emnjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Peran guru sebagai pendidik (nurtuner) merupakan peran-peran yang berkaitanm dengan tugas-tugas member bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang-orang dewasa yang lain & moralitas tanggunga jawab kemasyarakatan.

13 peranan guru sebagai pendidik :

Korektor : guru harus dapat membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk

Inspirator : guru harus dapat memberikan ilham/petunjuk yang baik bagi kemajuan anak didik.

Informator : guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum.

Organisator : guru memiliki kegiatan pengelolaan akademik, menyusun tata tertig sekolah, menyusun kalender akademik, dsb.

Motivator : guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar.

Inisiator : guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.

Fasilitator : guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahankegiatan belajar anak didik, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Pembimbing : guru membimbing anak menjadi manusia dewasa susila yang cakap dan mandiri.

Demonstrator :memperagakan apa yang diajarkan secara diktatis, sehingga apa yang guru inginkan sejalan dengan p[emahaman anak didik, tujuan pengajaran tercapai dengan efektif dan efisien.

Pengelola kelas : agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi yang tinggi untuk senantiasa belajar di dalamnya.

Mediator : guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan baik jenis dan bentuknya, baik material maupun non material.

Supervisor : guru dapat membantu, memperbaiki dan meniulai secara kritis terhadap proses pengajaran.

Evaluator : guru dituntut untuk menjadi seorang evaluator yang baik dan jujur, dengan memberikan penilaian yang bersifat intrinsic maupun ekstrinsik. Guru tidak hanya menilai produk, tetapi juga menilai proses.







NO

PERAN GURU

TINDAKAN

HASIL/TUJUAN

BIDANG

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18

19..

Pendidik

Pengajar

Pe,mbimbing

Pelatih

Penasehat

Pembaharu (inovator)

Model /teladan

Pribadi

Peneliti

Pendorong kreatifitas

Pembangkit pandangan

Pekerja rutin

Pemindah kemah

Pembawa cerita

Aktor

Emancipator

Evaluator

Pengawet

Kulminator

Tauladan

Memfasilitasi materi pelajaran

Menunutun dan mendampingi belajar siswa serta mengajak siswa terlibatdalam pembelajaran secara psikologis.

Melatih potensi siswa.

Memahami, menolong siswa dalam psikologis dan mental

Menerjemahkan pengalaman guru ke dalam model yang modern.

Memberi contoh dengan kepribadian yang baik

Mampu beradaptasi dengan lingkungan dan menguasai emosi.

Mencari kebenaran, menganalisa, mengamati.

Mendemonstrasikan kegiatan yang baru dengan hal baru.

Membangkitkan dan meningkatkan keimanan keada Tuhan YME.

Membuat iklim belajar yang kondusif.

Memberikan pelajaran sesuai keadaan zaman, memelihara pertumbuhan kepribadian siswa.

Menyampaikan pengalaman dan gagasan.

Menyampaikan pengalaman dan gagasan.

Menunjukkan penampilan yang menarik.

membangkitkan rasa percaya diri siswa.

Menilai tingkat keberhasilan mengajar dan kualitas siswa.

Mewariskan ilmunya kepada murid dengan kurikulum yang ada.

Mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir.

Perilaku siswa mengacu pada peribadi guru yang baik.

Siswa menjadi banyak tahu, wawasan dan ilmu pengetahuan mereka juga bertambah.

Siswa memahami tujuan dan proses pembelajaran.

Siswa cekatan dan terampl bekerja sesuai ilmunya.

Membantu siswa dalam membuat keputusan

Mengetahui ilmu yang lama

Siswa meniru perilaku guru

Siswa berhubungan baik dengan guru, siswa , menjadi tertarik dalam belajar.

Menemukan teori dan kebenaran baru.

Pelajaran baru terasa lebih baik.

Siswa menjunjung tinggi harkat dan martabat.

Pemahaman lebih pada pelajaran.

Siswa akan lebih tahu kabar terkini, mendapatkan kebutuhan yang sesuai dengan zaman.

Siswa merasa tertarik untuk mengikuti pengalaman guru.

Siswa lebih tertarik dan menyukai guru.

Siswa berani mengeksplor ilmunya atau lebih kreatif.

Siswa tahu tingkat keberhasilan dan ilmunya.

Melestarikan kebudayaan demi tercapainya generasi yang lebih baik dimasa depan.

Kegiatan belajar siswa lebih baik tertata secara sistematis.

Kepribadian

Intelektual

Dewasa / mandiri

Keterampilan

Psikologi

Pengalaman

Kepribadian

Psikologi / kepribadian

Intelektual

Intelektual

Akhlak / akidah

Intelektual

Intelektual / pengalaman

Intelektual / pengalaman

Kepribadian

Intelektual

Intelektual

Intelektual

Intelektual

5 W + 1H TENTANG HOMO SCHOOLING DAN KEUNGGULANNYA

WHAT

Home Schooling berarti tidak pergi ke sekolah dalam arti institusi (sekolah konvensional) dan tidak ada yang namanya materi Home Schooling, materinya adalah yang diajarkan di sekola konvensional. Tetapi ad juga orangtua yang memilihkan materi untuk diajarkan kepada anak-anaknya. Jadi tidak semua bahan diberikan kepada anak.(http://www.mail-archive.com/)

Home Schoolong termasuk dalam kategori pendidikan alternative. Artinya pendidikanayang diselenggarakan oleh keluarga sendiri terhadap anggota keluaraganya yang masih dalam usia sekolah. Pendidikan ini diselenggarakan sendiri oleh orang tua/keluarga dengan berbagai pertimbangan, sperti menjaga anak-anak dari kontaminasi aliran atau falsafah hidup yang bertentangan dengan tradisu keluarga, menjkaga anak-anak agar selamat atau aman dari pengaruh negative lingkungan, menyelamatkan anak-anak secara fisik maupun mental dari sekelompok sebayanya & menghemat biaya pendidikan.(http://www.dunia-ibu.com/)

Home Schooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak. Home Schooling bukan berarti tidak belajar, dan sekolah bukan berarti satu-satunya tempat belajar anak dan cara untuk mempersiapkan masa dep[annya. Keberadaan Home Schooling legal dan memiliki dasar hokum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam UU no 20 /2003 mengrnai system pendidikan nasional. Home Scholing disebut jalur pendidikan informal. Siswa home Schooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi.

Home Schooling adalah sebuah proses yang dapat dilakukan oleh orang tua manapun yang mencintai dan berdedikasi dengan anak-anaknya. Apapun latar belakang pendidikan/pekerjaan anda, tidak menghalangi anda untuk melakukan Home Scholing. Yang diperlukan adalah komitmen, kesediaan belajar dan bekerja keras. (http://www.sumardiono.com/)

Home Scholing adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur, terarah dilakukan oleh orang tua di rumah atau di tempat lainnya dimana orang tua dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif agar setiap potensi unik anak dapat berkembang maksimal.

Home Schooling merupakan program pengajaran anak yang diberikan tidak di sekolah traditional. Kegiatan mengajar dapat dilakukan di rumah atau di suatu tempat pada komunitas tertentu. (http://www.duniabelajar.com/)

WHO

Penelitian Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) tentang Home Schooling, 95 % pasangan suami istri yang berstatus menikah dan memiliki keluaraga utuh itu biasanya melakukan Home Schooling, rata-rata usia suami 38,9 dan istri 35,9 tahun. 95% pasangan ii adal;ah lulusan perguruan tinggi (S1,S2), 79% kuesioner diisi para istri karena lebih banyak membimbing anak-anak dsa;lam melakukan Home Schooling. 63% yang melakukan Home Scholing adalah istri yang tidak bekerja, 47% diantaranya adalah lulusan Perguruan Tinggi dan 44% istri mengajar sendiri anaknya. 70% anak pernah sekolah formal sebelum Home Schoolong dan 35% anak yang pernah sekolah formal diajar sendiri oleh orang tuanya. (http://www.sumardiono.com/)

Siapa yang boleh mengikuti Home Scholing? Orang tua yang mempuyai anak usia 4-41 tahun dan memiliki sebuah cita-cita untuk anaknya.

Siapa yang akan mngajari anak Home Schooling? Pengajar utamanya adalah orang tua atau boleh siapa saja. (http://www.anaksahabat.com/)

WHERE

Tempat utama untuk belajar adalahrumah sendiri. Pertemuan kelas di rumah berlangsung hanya sekitar 1 jam pertemuan. Dalam sepekan pertemuan paling banyak hanya 5x, semakin tinggi kelasnya semakin jarang frekuensi pertemuannya, program Home Schooling dirancang idealnya 17 tahun dari usia 4-21 tahun. Jika ada yang memulai dari usia 8 atau 15 tahun maka modul pelajaran yang diberikan akan disesuaikan setelah menyelesaikan modul dasar yakni mengenai iman, ibadah dan akhlak. Home Schooling bias dilakukan oleh siapapun, di manapun, kapanpun dan dengan cara apapun sehingga lebih fleksibel serta sesuai dengan kebutuhan dan pola anak. Home Schooling juga dapat dikatakan sebagai pemidahan tempat belajar, dengan materi pelajaran yang sama dengan yang diajarkan di sekolah, tapi diajarkan ke rumah dalam bentuk memanggil guru les/mengaitkannya dengan kegiatan sehari-hari sehingga lebih merdeka, tidak terkungkung oleh kurikulum yang ketat, kaku dan menekankan prestasi akademik semata. (http://www.majalahpengusaha.com/)

4. WHEN

Melakukan Home Schooling akan memerlukan waktu dan usaha yang banyak bahkan mungkin lebih dari melakukan pekerjaan penuh waktu, karena sebenarnya melakukan Home Schooling dengan baik merupakan pekerjaan penuh waktu yang sesungguhnya. Melakukan Home Schooling memerlukan banyak dedikasi dari waktu yang anda miliki. Dalam kebanyakan kasus, terutama sekali jika telah menyelesaikan tingkat pertama/kedua, atau jika memiliki lebih dari satu anak, melakukan Home Schooling akan menyita waktu sebanyak mungkin. (http://www.learningathome.wordpress/)

5. WHY

Menurut National Center for Education Statistics (NCCS) Amerika Serikat (1999). Ada 3 alasan kuat yang melatar belakangi pemilihan Home Schooling yaitu :

Orang tua ingin meningkatkan kualitas pendidikan anak.

Karena alas an agama.

Buruknya lingkungan belajar sekolah.

Alasan lain:

Orang tua sering berpindah-pindah rumah.

Orang tua merasa keamanan dan pergaulan di sekolah tidak kondusif bagi perkembangan anak.

Orang tua merasa sekolah yang baik semakin mahal dan tidak terjangkau.

Anak-aanak memiliki kebutuhan khusus yang tidak dapat dipenuhi di sekolah umum.

Orang tua memiliki keyakinan bahwa system yang ada tidak mendukung nilai-nilai keluarga yang dipegangnya.

Orang tua merasa terpanggil untuk mendidik sendiri anak-anaknya.

Alasan utama orang tua memilih Home Schooling adalah tidak puas dengan model sekolah umum dan ingin memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak. Selain itu, ada yang melakukan Home Schooling karena ada kebutuhan khusus pada anak authis, anak-fokus, berbakat, dsb.

HOW

HOME Schooling atau e-learning digolongkan pada pendidikan alternative. Pada prinsipnya pola pendidikan alternative ini menekankan kurikulum yang lebih fleksibel dalam pada pengajarannya.kalau belumdicampur aduk dengan kepentingan pemerintah karena ada beberapa pola belajar pendidikan alternative yang dihapus/dimodulkan oleh pemerintah sendiri. Awal pembentukan Home Schooling ini di US sendiri lebih dari pengawasan prefensif orang tua terhadap anaknya karena disana lembaga sekolah sudah tidak bias lagi menjadi lembaga pembelajaran yang sehat karena menjadi ajang perkelahian dan peredaran obat bius. Semula pendidikan tersebut dikelola oaring tua sendiri namun selanjutnya berkembang menjadi ada pengajar yang dating ke rumah. (www.putrakembara.org)

Secara garis besar Home Schooling mengunakan metode CBSA Plus ( Cara Belajar Siswa Aktif) Plus yang disingkat SILABUS (Simak, Latih, Buat, Setor) Simak apa yang disampaikan, Latih apa yang dipelajari, Buat apa yang ditugaskan, Setor apa yang dibuat. (anaksahabat.blogspot.com)

Pola belajar mengajar jika menggunakan Sistem Tutorial Mandiri yaitu dilaksanakan oleh orang tua atau anggota keluarga siswa yang bersangkutan dalam membahas soal-soal mata pelajaran dan menggunakan kurikulum diknas KBK 2004 dan menggunakan buku cetak yang berlaku umum (disesuaikan dengan yang digunakan Nusantara Home Schooling).

Home Schooling sebagai cara belajar alternative, biasanya dilakukan oleh orang tua anak-anak tersebut. Akan tetapi ketika anak-anak ini membutuhkan tambahan ilmu pengetahuan yang kebetulan tidak begitu dipahami oleh orang tua mereka guru yang memang berkompeten dalam lmu pengetahuan tersebut dapat dipanggil. Saat guru membagikan ilmunya, orang tua anak-anak tersebut harus turut serta dalam proses belajar mengajar, sehingga ketika pelajaran berakhir dapat saling mendiskusikan pelajaran yang baru saja diikuti/semacam evaluasi. Namun sekali lagi ditekankan bahwa metode pengajarannya tidak seperti les, kursus atau sekolah mel;ainkan dilakukan di teras atau halaman seprti layaknya bermain dan dengan menggunakan segala hal yang dapat ditemui di sekeliling area tersebut. Kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada kurikulum yang dikeluarkan Depdiknas.

KEUNGGULAN HOME SCHOOLING

Keunggulan yang paling dominan adalah dengan terbatasnya jumlah peserta didik, tutor bias langsung focus pada potensi masing-masing anak peserta didik dan pendidikan lebih terarah atau lebih fokus. (http://www.bintang-indonesia.com/)

Kekuatan Home Schooling :

Lebih member kemandirian dan kreativitas individual pada anak, bukan pembelajaran sewcara klasikal.

Membewri peluang mencapai kompetensi individual seoptimal mungkin tanpa harusmembandingkan dengan individu lain.

Tidak memandang/menilai anak dengan angka-angka tetapi lebih kepada pribadi secara utuh.

4. Lebih disiapkan untuk khidupan nyata, didorong pada kehidupan beragama yang sesuai dengan lingkungan keluarga sebagai panutan.

5. Membantu anak lebih berkembang, memahami dirinya dan perannyadi dunia nyata disertai kebebasan berpendapat, menolak demokrasi, tanpa takut mendaoat celaan atau niulai rendah.

6. Masih memberi peluang berinteraksi dengan teman sebaya diluar jam belajarnya.

TUGAS 2

1. Apa yang dimaksud dengan kode etik ?

2. Apa bedanya kode etik dan akhlak ?

3. Apa sumber kode etik ?

4. Jelaskan tujuan dan fungsi kode etik bagi sebuah profesi ?

5. Siapa yang membuat kode etik ? jelaskan !

6.Berikan tanggapan/ komentar anda terhadap kode etik Guru Indonesia!

JAWABAN :

Pengertian kode etik :

Secara etimologis “Kode Etik” berarti pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan. Dengan kata lain, kode etik merupakan pola aturan atau tata cara etis sebagai pedoman berperilaku etis yang berarti sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu .

Kode Etik : system norma, nilai dan aturan profesionaltertulis yang secara tegas menyatakan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode Etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yanf harus dihindari. (http://windy05.blogspot.com/)

Kode Etik : aturan aturan susila atau sikap akhlak yang ditetapkan bersama dan ditaati bersama oleh para anggota, yang tergabung dalam suatu kumpulan/organisasi (organisasi profesi). Oleh karena itu, kode etik merupakan suatu bentuk persetujuan bersama, yang timbul sacara murni dari diri pribadi para anggota. Kode etik merupakan serangkaian ketentuan dan peraturan yang disepakati bersama guna mengatur tingkah laku para anggota profesinya. (http://fullmateri.wordpress.com)

Etika : nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

Etiket : adat sopan santun atau tata karma yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.

Perbedaan etika dan etiket :

Etiket menyangkut tata cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia, sedangkanEtika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus member norma dan perbuatan itu sendiri.

b. Etiket hanya berlaku dalam situasi di,mana kita tidak seorang diri, sedangkan etika selalu berlaku, baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain.

c. Etiket bersifat relative dan etika bersifat absolute

d. Etiket memandang manusia dari lahiriahnya saja, sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam.

2. Perbedaan kode etik dan akhlak :

Kode etik : bersumber pada pikiran manusia / norma,moral, jangkauannya sempit, hanya berguna sebatas di dunia.

Akhlak : bersumber pada Al Quran dan Hadits, jangakauannya luas (universal), dan berguna di dunia dan akhirat.

3. Sumber kode etik :

Sumber kode etik berasal dari ajaran agama dan nilai-nilai hokum yang telah diakuai dapat membentuk insane yang berbudi luhur, arif dan bijaksana.

(www-poltek-swadharma.ad.id)

4. Tujuan kode etik bagi sebuah profesi :

a.Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.

b. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

c. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

d. Untuk meningkatkan mutu profesi.

e. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

f. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

g. Mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat.

h. Menentukan baku standarnya sendiri.

Fungsi kode etik bagi sebuah profesi :

a. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mengetahui hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

b. Kode etik profesi merupakan sarana control social bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya dengan kode etik profesi, masyarakat mengetahui, dan dapat mengawasi pelaksanaan dari suatu profesi (hubungan sosial).

c. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Maksudnya dengan kode etik profesi, para pelaksana profesi tidak mencampuri urusan pelaksana profesi lain di luar organisasi profesi yang dia jalani.

5. Kode Etik Guru Indonesia :

1. Guru berbakti membimbing pesrta didik untuk membentuk manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila.

Maksudnya :

· Perhatian seorang guru yang utama adalah pesrta didik, perhatian iu untuk membimbing peserta didik, perhatian itu membimbing pesrta didik dan mengembangkan potensinya secara optimal dengan mengupayakan terciptanya proses pembelajaran yang edukatif. Dengan proses inilah peserta didik diharapkan menjadi seseorang yang berjiwa Pancasila yang dalam artian manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu mengindahkan dan mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar peserta didik dapat menjadi manusia yang berketuhanan, berkemanusiaan, memiliki rasa persatuam, bermasyarakat dan berkeadilan sosial. `

2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.

Maksudnya :

· Kejujuran berfrofesi adalah suatu hal yang wajib dimili dan dilaksanakan oleh seorang guru. Sebab jika kejujuran berfrofesi tidak dimiliki maka akan banyak kepalsuan profesi sehingga dalam pelaksanaannya banyak guru yang bekerja tidak te[pat pada tempatnya / tidak sesuai dengan oprofesinya.

3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.

Maksudnya :

· Sangat penting bagi seorang guru mendapatkan informasi peserta didik selengkap mungkin agar seorang guru tahu tentang kemampuan, minat, bakat dan motivasi peserta didik. Misalnya dengan melakukan pemberian test (untuk mengetahui kognitif) atau dengan pendekatan pada anak (psychology) dll. Hal itu dilakukan agar mempermudah guru dalam membimbing dan membina peserta didik tersebut.

4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.

Maksudnya :

· Guru harus mampu menguasai keadaan di kelas, harus memiliki strategi khusus untuk bisa menciptakan suasana yang kondusif supaya dapat meningkatkan daya kreatif pesrta didik,kinginan belajar peserta didik, dll. Sehingga peserta didk bias lebih mudah dalam menerima transfer ilmu dalam proses belajarnya.

5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.

Maksudnya :

Guru harus bias memberikan / menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kepada peserta didik yang ada kaitannya dengan orang tua peserta didik maupun kepada masyarakat di sekitar peserta didik. Misalnya dengan memberikan PR pada anak, pertemuan orang tua murid, dll. Selain itu, guru juga berusahamenciptakan organisasi peserta didik yang berhubungan langhsung dengan masyarakat, dan hal yang poaling penting guru harus bersikap, beretika dan memiliki perilaku yang baik bagi murid, orang tua murid dan masyarakat. Sebab, perangai yang baik merupakan suatu pendidikan dan itu harus terpelihara.

6. Guru seca pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

Maksudnya :

Diharapkan seorang guru memiliki pendidikan yang lebih tinggi guna meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Selain itu, guru juga diharapkan mendirikan / mengikuti cabang-cabang atau organisasi keguruan sehingga profesinya berkembang.

7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.

Maksudnya :

Nyaman tidaknya suatu tempat profesi bergantung pada cara kita berhubungan dengan orang lain, baik itu dengan sesame guru, siswa, orang tu siswa dan masyarakat sekitarnya. Atau dengan kata lain, seorang guru harus bias menciptakan rasa profesionalisme.

8.Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.

Maksudnya :

Guru senantiasa menjaga keutuhan organisasi-organisasi keguruan yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan, kebersamaan dan sikap profesionalismenya.

9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Maksudnya :

Sudah semestinya guru menjalankan semua aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, terlebih bidang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar adanya penyamarataan dalam pemberian pengajaran terhadap peserta didik.

TUGAS 3

Apa bedanya guru dengan dosen menurut UUD No 14 tahun 2005 ?

Dilihat dari tugas pokok

GURU : pendidik profesonal dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. ( BAB I PASAL 1 AYAT 1 )

DOSEN : Pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.( BAB 1 PASAL 1 AYAT 2 )

Dilihat dari kualifikasi akademik

GURU : kualifikasi akademik guru diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. ( BAB IV PASAL 9 )

DOSEN : kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Dosen memilki kualifikasi akademik minimum yaitu :

Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana

Lulusan program doctor untuk program pascasarjana

( BAB V PASAL 46 AYAT 1 dan 2 )

Kapan disahkan UUD tersebut ?

UUD No 14 tahun 2005 disahkan di Jakarta 30 Desember 2005

Uraikan struktur UUD No 14 tahun 2005, struktur terdiri dari berapa bab? Berapa pasal ? dan berapa ayat ?

Bab I

Pasal 1………..21 ayat

Bab II

Pasal 2…………2 ayat

Pasal 3…………2 ayat

Pasal 4………....1 ayat

Pasal 5…………1 ayat

Pasal 6…………1 ayat

Bab III

Pasal 7…………1 ayat

Bab IV

Pasal 8……….....1ayat

Pasal 9……….....1 ayat

Pasal 10………...2 ayat

Pasal 11………...4 ayat

Pasal 12………...1 ayat

Pasal 13………...2 ayat

Pasal 14………...2 ayat

Pasal 15………...3 ayat

Pasal 16………...4 ayat

Pasal 17………...3 ayat

Pasal 18………...4 ayat

Pasal 19………...3 ayat

Pasal 20………...1 ayat

Pasal 21………...2 ayat

Pasal 22………...2 ayat

Pasal 23………...2 ayat

Pasal 24………...4 ayat

Pasal 25………...3 ayat

Pasal 26………...2 ayat

Pasal 27………...1 ayat

Pasal 28………...5 ayat

Pasal 29………...5 ayat

Pasal 30…………5 ayat

Pasal 31…………2 ayat

Pasal 32…………4 ayat

Pasal 33…………1 ayat

Pasal 34………....3 ayat

Pasal 35…………3 ayat

Pasal 36…………2 ayat

Pasal 37…………5 ayat

Pasal38………….1 ayat

Pasal 39…………5 ayat

Pasal 40…………3 ayat

Pasal 41…………5 ayat

Pasal 42…………1 ayat

Pasal 43…………2 ayat

Pasal 44…………5 ayat

Bab V

Pasal 45………….1 ayat

Pasal 46………….4 ayat

Pasal 47………….3 ayat

Pasal 48………….4 ayat

Pasal 49………….4 ayat

Pasal 50………….4 ayat

Pasal 51………….2 ayat

Pasal 52………….3 ayat

Pasal 53………….4 ayat

Pasal 54………….3 ayat

Pasal 55………….4 ayat

Pasal 56………….2 ayat

Pasal 57…………3 ayat

Pasal 58…………1 ayat

Pasal 59…………2 ayat

Pasal 60…………1 ayat

Pasal 61…………2 ayat

Pasal 62…………2 ayat

Pasal 63…………4 ayat

Pasal 64…………2 ayat

Pasal 65…………1 ayat

Pasal 66…………1 ayat

Pasal 67…………6 ayat

Pasal 68…………2 ayat

Pasal 69…………4 ayat

Pasal 70…………1 ayat

Pasal 71…………3 ayat

Pasal 72…………3 ayat

Pasal 73…………2ayat

Pasal 74………….5 ayat

Pasal 75………….6 ayat

Pasal 76………….3 ayat

Bab VI

Pasal 77………….2 ayat

Pasal 78………….5 ayat

Pasal 79………….2a yat

Bab VII

Pasal 80………….1 ayat

Pasal 81………….1 ayat

Bab VIII

Pasal 82………….2 ayat

Pasal 83………….1 ayat

Pasal 84………….1 ayat

UUD tersebut terdiri dari 8 BAB, 84 PASAL dan 240 AYAT

Download Lengkap Tugas Kuliah

thumbnail
Judul: TUGAS MATA KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait tugas kuliah :

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan Isi Komentar Anda, Tidak untuk Spaming!

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz